Sang Nomor Satu
SANG NOMOR SATU
Seorang kyai tapi juga politis, hobinya lelucon dan membaca disembarang tempat itulah Gus Dur. Bukan hanya itu, beliau juga seorang penulis sekaligus aktivis. Gayanya yang kontroversional membuat orang lain mudah mengenalnya bukan karena Gus Dur seorang putra dari kyai yaitu KH Wahid Hasyim tetapi karena beliau pun tak pandang bulu dengan orang lain. Rasa toleransi yang ada pada beliau mampu mempengaruhi perilaku masyarakat dengan semua perbedaan yang ada, meskipun banyak debat panjang tentang agama, kaum, suku, dan lain sebagainya beliau hanya membalas dengan senyum dan tertawa, itulah anehnya Gus Dur. Beliau sangat genius dalam menghadapi persoalan apapun dan dapat menyelesaikan problematika dengan baik.
Sejak beliau menjadi presiden masyarakat Indonesia baru merasa mendapatkan kebebasan. Gus Dur adalah pencetus demokrasi di Indonesia, berkat beliau semua orang dapat berpendapat dengan bebas tanpa batas. Tidak ada lagi takut berbicara untuk mengeluarkan isi di kepala yang sudah bertahun-tahun di redam oleh rezim orde lalu. Semua lembaga pers diberi kebebasan sebebas-bebasnya untuk liputan, berita dan jurnalistik lainnya yang hingga saat ini masih dapat di rasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Mengayomi itulah satu kata yang patut disimpulkan untuk Gus Dur. Beliau sosok yang sangat melindungi mereka-mereka yang minoritas seperti agama Hindu, Budha, Kristen, Katolik, Konghuchu yang memang di Indonesia mayoritas masyarakatnya beragama Islam tidak hanya itu, Gus Dur juga merangkul mereka-mereka yang mayoritas, tidak mengucilkan dan mengacuhkannya siapapun. Memang pada masa itu perbedaan bisa jadi pedang berdarah antar masyarakat Indonesia dan Gus Dur telah mengubah semuanya menjadi satu saudara karena perbedaan itu adalah hal yang diakui Islam. Gus Dur tetap panglima jiwa di Indonesia sampai kapanpun. Islam yang toleran, Islam yang damai, dan Islam yang rohmatanlil alamin itu bukan hanya slogan dari Gus Dur.
Komentar
Posting Komentar