Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Aku Adalah Manusia dan Aku Sama Sepertimu

Aku Adalah Manusia Dan Aku Sama Sepertimu Siapa dirimu sebenarnya? Kau akan bertanya-tanya tanpa tahu jawaban sebab dirimulah jawaban dari pertanyaan itu sendiri. Sebuah ruang di sudut rumah adalah markas ternyaman bagi Tris. Buku berjejer rapi di rak yang sepertinya tidak akan muat diisi lagi, karpet kecil berwarna hijau dengan kertas-kertas menyebar diatasnya dan secangkir kopi hitam yang tidak sabar untuk dinikmati pecandunya. Setiap waktunya diisi di ruang itu, semejak kepergian ayahnya 6 tahun yang lalu. Ayah Tris seorang petualang, penulis sekaligus musikus. Lelaki hebat dimasanya kala Tris beranjak remaja. Sekarang Tris tinggal sendirian di sebuah rumah peninggalan neneknya di kota Atlas. Ia memutuskan tinggal sendiri di kota ini, jauh dari ibu dan adiknya yang sekarang sudah memiliki keluarga lagi di rumah yang dulu, rumah yang dulu akrab dengan canda-canda kecil dari ayahnya. “Setiap orang butuh memikirkan, menikmati dan menghargai hidupnya sendiri” kata Tris saat...

Istimewamu Untukku

Istimewamu Untukku Seorang lelaki yang sangat bertanggung jawab, tegas, dan bijaksana. Seorang lelaki yang sangat setia, cinta, dan sayang kepada seseorang yang ada disisinya. Seorang lelaki yang sangat istimewa bagiku yang lebih dari diriku sendiri. Ayah, sebutan tiap saat ku bertemu dengannya di setiap sudut rumah. Ayah, sangat berharga dari pada setumpuk mutiara yang tersapu ke pinggir lautan. Ayah, seorang lelaki tangguh di sebuah keluarga yang sederhana. Beliau sangat memperhatikan aqidah dan akhlaq keluarganya, karena itulah cerminan sebuah keluarga yang baik dimata Allah. Ayah selalu mengajarkan kami tentang apa itu kehidupan yang nyata bukan kehidupan yang serba instan untuk mendapatkan apa yang kami inginkan. Setiap hari beliau tak pernah sesaatpun melupakan apa yang menjadi kewajibannya. Beliau sangat mengerti. Beliaulah teladan untuk kami sekeluarga.             Saat fajar khidzib mulai nampak, selalu ...