DM Tipe II

POLA HIDUP INDIVIDU YANG MEMPENGARUHI DIABETES MELLITUS TIPE 2


Diabetes Mellitus merupakan penyakit yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi yang disebabkan oleh gangguan pada sekresi insulin atau gangguan kerja insulin maupun keduanya. Pasien yang terkena penyakit Diabetes Mellitus, tubuhnya tidak dapat memproduksi atau tidak dapat merespon hormon insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas, sehingga menyebabkan kadar gula dalam darah pada pasien tersebut meningkat dan menyebabkan komplikasi  dalam waktu yang cukup lama maupun dalam waktu singkat.(1, 4)

Peningkatan jumlah penderita Diabetes Mellitus terjadi di setiap tahunnya, terutama pada negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Meningkatnya jumlah penderita Diabetes Mellitus terutama pada Diabetes Mellitus tipe 2 dikarenakan pola hidup yang semakin tidak sehat. Menurut penelitian dari Yeni Fikasari (2012), terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 seperti gaya hidup mengkonsumsi teh setiap hari yang berlebihan atau bisa disebut lebih dari 3 kali sehari dan itu dilakukan setiap hari, lingkungan yang kebersihannya kurang terjaga, usia yang telah tua lebih banyak memiliki resiko, obesitas atau kelebihan berat badan, kurangnya aktifitas fisik seperti berolah raga, riwayat Diabetes Mellitus gestasional, serta rasa tau etnis tertentu.(2, 5)

Dari beberapa faktor yang telah disebutkan diatas dapat diatasi dengan beberapa indikator, salah satunya indikatornya yaitu dengan pemenuhan kualitas hidup seseorang / individu. Seseorang dengan Diabetes Mellitus dapat dengan cara mengontrol kadar gula dalam darah. Menurut suatu penelitian yang ada, kontrol kadar gula dalam darah dengan baik merupakan salah satu alat untuk mengukur bagaimana hasil pada penyesuaian pola hidup pada penderita Diabetes Mellitus.(3, 4)

Menurut suatu penelitian terdapat 2 macam kadar gula dalam darah yang tidak terkontrol yaitu hiperglikemi dan hipoglikemi.(2) Hiperglikemi merupakan suatu kondisi dimana kadar gula darah pasien > 600mg/dL, pasien dengan kondisi hiperglikemi ditandai dengan haus yang berlebihan (Dehidrasi), frekuensi buang air kecil yang berlebihan, mulut kering, mual, muntah, badan terasa  lemas, nafasnya pendek (sesak nafas), dan kehilangan kesadaran sampai kematian. Sedangkan hipoglikemi merupakan  suatu kondisi dimana kadar gula darah pasien <70mg/dL, pasien dengan kondisi hipoglikemia ditandai dengan badan yang gemetaran, lelah, mudah berkeringan, pusing, mudah marah, kehilangan kesadaran sampai dengan kematian. Pada beberapa kasus kematian pasien terbanyak didunia diakibatkan karena  hipoglikemi, hipoglikemi terjadi karena penggunaan obat yang berlebihan, aktivitas fisik yang berlebihan, dan diet makanan yang terlalu ketat.

Dalam suatu penelitian dari Robert R. Hendry (2013) mengemukakan perubahan pola hidup pada penderita dapat mengurangi resiko terkena komorbiditas lainnya. Pada suatu penelitian lain juga disebutkan bahwa operasi bariatrik juga dapat digunakan sebagai pilihan untuk mengurangi obesitas pada penderita Diabetes Mellitus namun hanya dikhususkan untuk penderita Diabetes Mellitus tipe 2 karena memiliki cukup banyak resiko. Operasi bariatik ini merupakan suatu tindakan bedah di bagian lambung dan saluran pencernaan untuk mengurangi volume makanan yang bisa dikonsumsi dan yang bisa diserap oleh tubuh seseorang.(5)
Selain itu, pada penelitian yang dilakukan oleh Kusumadewi (2011), bahwa pola hidup penderita Diabetes Mellitus yang memiliki regulasi diri otonom dan tingkat stressor harian rendah akan meningatkan kualitas hidup.(3)




References

1. Dwi Siwi Ratriani Putri, K. Y. (2013). Perilaku Self-Management Pasien Diabetes Melitus (Dm). 30-38.
2. Hubungan Antara Gaya Hidup Dan Pengetahuan Pasien Mengenai Diabetes Mellitus Dengan Kejadian Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rsud Dr.Moewardi. (2012). 1-13.
3. Kusumadewi, M. D. (2011). Peran Stresor Harian, Optimisme Dan Regulasi Diri Terhadap Kualitas Hidup Individu Dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Psikologi Islam (Jpi) Lembaga Penelitian Pengembangan Dan Keislaman (Lp3k). Vol 8 No.1, 43-62.
4. Omar Abdulhameed Al-Khawaldeha. M.-H. (2012). Self-Efficacy, Self-Management, And Glycemic Control In Adults With Type 2 Diabetes Mellitus. Journal Of Diabetes And Its Complications, 10-16.
5. Robert R. Henry A, R. (2013). New Options For The Treatment Of Obesity And Type 2 Diabetes Mellitus. Journal Of Diabetes And Its Complications, 508–518.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sahabat Istimewa

Ceritanya Kelar Disini

Tips to Reduce Bad Habits