Prahara Ca Mamae
Semua manusia memiliki pikiran dan perasaan. Tepat satu minggu saya menjadi enumerator penelitian di poli onkologi di sebuah rumah sakit daerah. Awalnya iseng-iseng aja nerima tawaran dari teman saya dan setelah berjalan 3-4 hari saya menemukan banyak hal yang jarang sekali saya sadari. Apa itu ? Syukur dan ikhlas Bertemu dengan beberapa pasien dengan diagnosa medis ca mamae, mendengarkan cerita dari mereka, tangis, sedih, kecewa, putus asa, semangat, positif, bahagia bahkan diacuhkan oleh orang yang dulu sangat mencintainya. Itulah hidup bisa berbolak-balik layaknya hati manusia. Saya akan mencuplik satu cerita nyata langsung dari penderita ca mamae (kanker payudara) Sedih pasti, seperti kehilangan separuh raganya saat divonis ca mamae dextra 3 tahun yang lalu. Memiliki 2 orang anak yang masih duduk di bangku SMP dan SD. Suaminya seorang wirausaha sukses yang tidak perlu ditanya gajinya berapa, jelasnya untuk kebutuhan sehari-hari masih sisa banyak. Saat awal divon...