Postingan

Ceritanya Kelar Disini

Hai, aku balik lagi nih. Balik nulis karena abis patah hati sebelum jadian hahahahah. Lucu ya hidup tu, kadang kita seneng kadang sedih kadang kecewa kadang.... ya gitu lah.  Biasalah ya, tulisan random ini aku tulis sebelum aku tidur, itung-itung biar nggak ovt juga sih hehe.  Langsung ajalah ya biar gak kebanyakan bacot. Jadi setelah aku pulang dari penempatan setahun akhirnya aku memutuskan untuk ke Semarang tujuannya apa? ya apa lagi kalo bukan buat ketemu seseorang yang dulu pernah aku anggap deket sama aku sebelum berangkat penempatan. Nyeseknya emang sih apa yang kita harapin itu nggak selalu mulus kayak jalan tol (eh jalan tol JKT juga macet sih) ya intinya proses menuju pertemuanku nggak lancar guys.  Setelah hampir sebulan aku di Semarang jadi orang bego yg nungguin dia chat dan ngajak ketemuan, akhirnya aku memberanikan diri ngechat duluan ngajakin ketemuan. tapi dia sibuk kerja yaudah lah ya aku tahu dia sibuk, gak pernah libur dll. Suatu ketika aku curhat sam...

Manusia Emang Macem-Macem

 Akhir-akhir ini aku selalu di temani rasa nggak nyaman, nggak enak, dan sebel. Kenapa? Makin kesini aku melihat orang-orang didekatku makin punya banyak muka. Makin aneh-aneh aja tingkahnya, padahal aku diem aja. Tiap hari aku overthiking cuman buat mikirin mereka, bener-bener nggak penting banget. Aku sering banget refleksiin diriku sendiri apa aku salah? apa ada yang salah denganku? apa hal ini cuma aku aja yg terlalu sensitif? atau emang orang-orang ini emang kayak gini aslinya? hmmmmmmmmm (menghela napas panjang) aku selalu capek dengan segala kondisi seperti ini, aku nggak bisa lama-lama berada dalam kondisi seperti ini yang menurutku tidak begitu baik untuk diriku sendiri. Aku selalu memendam semuanya sendiri, aku memilih diam dan terkadang aku memilih dekat dengan orang-orang yang mereka bully. Iya, ada temanku yang sering dibully dan di judge sama mereka. Aku mencoba melihat dari berbagai sisi, bagaimana jika ada di posisi A, bagaimana jika ada di posisi B dan lainnya. Tid...

Soal Rasa Emang Susah Di Tebak

Hai, kali ini keknya aku akan bahas soal perasaan (duh, berat bangettt budhe).  Biasanya aku tu kalo nulis di sini nggak pernah mikir, nggak pakek kerangka dll, langsung aja ngalir kek air hahahhaha harap maklum, otakku emang kadang-kadang begini. Jadi cerita ini dimulai 16 September 2020, lewat DM instagram. Sebenernya aku juga udah tahu dia sejak 2016 kalo nggak 2017 (duh lupa), tapi ya cuma temenan di sosmed aja, belum pernah ketemu  apalagi interaksi di sosmed juga amat dikit banget keknya malah jarang.  Dulu aku pernah deket ama temennya dia (aku gak nganggep mantan karena kita gak pernah jadian, ya bisa dikatakan gebetan). tapi tapi lagi aku bener-bener gak pernah ketemu dia meskipun lagi kumpul-kumpul.  Mungkin memang semesta ngajaknya begitu hahaha, aku ketemu pertama kali pas aku udah lulus S1 dan dia masih pusing dengan skripsinya yang belum ujian.  Saat itu aku  ketemu ama bang Ali (temenku) dialfa*** depan gang kosanku dan tetiba muncullah si ma...

Langkah Selanjutnya

Hai kawan blogku, sorry ya udah lama banget aku nggak nulis disini. Malesku lebih banyak daripada kerjaku hahahhahahaha. Kali ini aku mau ceritain sesuatu yang mengejutkan (bagiku). Kenapa aku bilang seperti itu karena cerita kali ini adalah jawaban semesta dari tulisan blogku di tanggal 19 Maret 2020, sekaligus hal ini menjadikan ku bisa nyoret satu mimpi di mindmap yang pernah ku tuliskan. :) Akhir April 2020, ada email masuk dari IM (lagi), yang menyatakan bahwa aku dimintai pilihan lagi untuk melanjutkan atau tidak (lagi). Karena jadwal seluruh rangkaiannya diundur karena pandemi yang tidak berangsur membaik. Tiga Juni, perpisahan dengan kota Semarang menjadi titik tolaknya. Semua hal tentang diriku yang pelan-pelan aku punguti dan tata kembali setelah kehilangan diriku sendiri selama 6 tahun (intinya saat aku dekat dengan seseorang yang sudah bagaikan masa depanku amat terang). Titik tolak itu sebagai suatu hal yang membuatku harus kembali mengenali dan mencari-cari diriku sendiri...

Sang Nomor Satu

 SANG NOMOR SATU        Seorang kyai tapi juga politis, hobinya lelucon dan membaca disembarang tempat itulah Gus Dur. Bukan hanya itu, beliau juga seorang penulis sekaligus aktivis. Gayanya yang kontroversional membuat orang lain mudah mengenalnya bukan karena Gus Dur seorang putra dari kyai yaitu KH Wahid Hasyim tetapi karena beliau pun tak pandang bulu dengan orang lain. Rasa toleransi yang ada pada beliau mampu mempengaruhi perilaku masyarakat dengan semua perbedaan yang ada, meskipun banyak debat panjang tentang agama, kaum, suku, dan lain sebagainya beliau hanya membalas dengan senyum dan tertawa, itulah anehnya Gus Dur. Beliau sangat genius dalam menghadapi persoalan apapun dan dapat menyelesaikan problematika dengan baik.     Sejak beliau menjadi presiden masyarakat Indonesia baru merasa mendapatkan kebebasan. Gus Dur adalah pencetus demokrasi di Indonesia, berkat beliau semua orang dapat berpendapat dengan bebas tanpa batas. Tidak ada lagi tak...

Tenang dan Damai dengan Berpikir Netral

Berlatihlah berpikir netral Yang dianggap positif tidak sepenuhnya positif, di dalamnya juga ada negatif Yang dianggap negatif tidak sepenuhnya negatif, di dalamnya juga ada positif Begitu pula perihal patah hati Bertemanlah dengan patah dan jangan kau ajak bertarung Peluk dan rangkul rasa patah Hidup akan menghadirkan pertemuan dan perpisahan Berpikirlah netral untuk lebih sabar dan ikhlas Patah hati adalah suatu yang menyebalkan Patah hati adalah suatu musibah ataupun cobaan Tapi sadarkan dirimu bahwa di dalamnya ada keberkahan Yaitu rahasia semesta yang tidak pernah kau ketahui Tak perlu terlalu berpikir positif Kadang menautkan hati pada rasa berharap berlebihan membuat hatimu tidak siap Tidak siap jika perkara negatif datang Berlatihlah berpikir netral Belajarlah untuk memeluk negatif dan positifnya Mengurangi judge pada positif dan negatif agar tercipta keseimbangan Batinmu akan tenang dan damai Saya tahu ini tidaklah hal mudah ...

Takut Ketidakpastian

Kenapa kita takut dengan ketidakpastian? Padahal masa depan selalu menawarkan ketidakrelevanan dengan masa lalu.  Ada beberapa cara agar bisa berdamai dengan ketidakpastian tersebut yaitu: 1. Kemampuan bertanya Selama kita tidak mempertanyakan hal yang kita alami, kita tidak akan belajar. 2. Problem solving Merupakan bagian dari proses berpikir, sebuah mindset yang membuat seseorang dapat berpikir positif untuk mencari jalan keluar dari masalahnya.  3. Menyelesaikan proyek Tahu apa yang harus diselesaikan dengan rentang waktu tertentu dan diselesaikan dengan disiplin. 4. Kemampuan menemukan IKIGAI (bahasan selanjutnya) atau lebih mudah disebut passion Karena batin yang tidak tenang akan bertemu dengan ketidakpastian. 5. Kemampuan untuk berani sendiri Nyaman dengan kesendirian, tidak menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain. 6. Kemampuan untuk menyadari bahwa kebahagiaan itu dari diri sendiri (kemampuan bahagia sendiri) 7. Berbuat b...